<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Biodottel &#124; WC Mampet &#124; Kuras WC Tanpa Sedot WC &#124; Usir Bau WC</title>
	<atom:link href="http://biodottel.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://biodottel.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2011 06:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.1</generator>
		<item>
		<title>7 syarat membuat jamban sehat</title>
		<link>http://biodottel.com/7-syarat-membuat-jamban-sehat/</link>
		<comments>http://biodottel.com/7-syarat-membuat-jamban-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 15:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[agar wc sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jamban sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biodottel.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Buang air besar (BAB) sembarangan bukan lagi zamannya. Dampak BAB sembarangan sangat buruk bagi kesehatan dan keindahan. Selain jorok, berbagai jenis penyakit ditularkan. Sebagai gantinya, BAB harus pada [..]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buang air besar (BAB) sembarangan bukan lagi zamannya. Dampak BAB sembarangan sangat buruk bagi kesehatan dan keindahan. Selain jorok, berbagai jenis penyakit ditularkan.</p>
<p>Sebagai gantinya, BAB harus pada tempatnya yakni di jamban. Hanya saja harus diperhatikan pembangunan jamban tersebut agar tetap sehat dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.</p>
<p>Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat. Ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan. Berikut syarat-syarat tersebut:</p>
<ol start="1">
<li>Tidak mencemari air
<ol start="1">
<li>Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester.</li>
<li>Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter</li>
<li>Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur.</li>
<li>Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut</li>
</ol>
</li>
<li>Tidak mencemari tanah permukaan
<ol start="1">
<li>Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan.</li>
<li>Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.</li>
</ol>
</li>
<li>Bebas dari serangga
<ol start="1">
<li>Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah</li>
<li>Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk.</li>
<li>Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya</li>
<li>Lantai jamban harus selalu bersih dan kering</li>
<li>Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup</li>
</ol>
</li>
<li>Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
<ol start="1">
<li>Jika menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan</li>
<li>Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air</li>
<li>Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran</li>
<li>Lantan jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus dilakukan secara periodic</li>
</ol>
</li>
<li>Aman digunakan oleh pemakainya
<ol start="1">
<li>Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lai yang terdapat di daerah setempat</li>
</ol>
</li>
<li>Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
<ol start="1">
<li>Lantai jamban rata dan miring kea rah saluran lubang kotoran</li>
<li>Jangan membuang plastic, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran</li>
<li>Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh</li>
<li>Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100</li>
</ol>
</li>
<li>Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan
<ol start="1">
<li>Jamban harus berdinding dan berpintu</li>
<li>Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Itulah beberapa prasyarat jamban sehat. Sudahkan jamban Anda seperti itu? (MJ)</p>
<p><strong>Sumber :</strong> http://www.sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=255:tujuh-syarat-membuat-jamban-sehat&amp;catid=55:berita&amp;Itemid=125</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biodottel.com/7-syarat-membuat-jamban-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jarak Septic Tank ke Sumur Tentukan Kualitas Air Bersih</title>
		<link>http://biodottel.com/jarak-septic-tank-ke-sumur-tentukan-kualitas-air-bersih/</link>
		<comments>http://biodottel.com/jarak-septic-tank-ke-sumur-tentukan-kualitas-air-bersih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 09:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghindari bakteri e coli]]></category>
		<category><![CDATA[jarak septik tank dan sumur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biodottel.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Semakin padatnya Jakarta, membuat jarak antara bangunan rumah dengan rumah lain semakin sempit. Maka tak heran, potensi pencemaran bakteri Coli dalam air tanah semakin tinggi. Bakteri [..]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Semakin padatnya Jakarta, membuat jarak antara bangunan rumah dengan rumah lain semakin sempit. Maka tak heran, potensi pencemaran bakteri Coli dalam air tanah semakin tinggi.</p>
<div></div>
<div>Bakteri Coli yang berada dalam feses manusia akan mencemari sumur yang dekat dengan septic tank. Bakteri Coli adalah penyebab terjadinya infeksi melalui air seperti diare, tifus, kolera dan hepatitis.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Coli akan mencemari sumur yang dekat dengan toilet (<em>septic tank</em>). Pergerakan bakteri ini dari toilet ke sumur mencapai empat sampai 11 meter dengan lebar dua meter,&#8221; ujar Pakar Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr. Sumengen Sutomo, MPH dalam seminar pencemaran air di FKM UI, Depok, Senin (21/3/2011).</div>
<div></div>
<div>Tak hanya itu, Sumengen menegaskan, bisa terjadi polusi kimia dimana jaraknya lebih luas 95 meter dengan lebar sembilan meter. Menurutnya, air yang aman (<em>safe</em>), bebas, dan gratis tidak ada, karena air tanah sudah tercemar.</div>
<div></div>
<div>Sumengen menjelaskan, sumber pencemar air ada dua, yakni sumber tertutup (<em>point source</em>) seperti rumah tangga, industri, pemotongan hewan, dan sumber terbuka (<em>non point source</em>) seperti pertanian dan pertambangan.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Hal itu akan berdampak pada kesehatan, penularan melalui air minum (<em>water borne disease</em>) tercemar feses manusia. Selain itu terjadi penularan melalui air kebersihan perorangan seperti infeksi kulit, mata, scabies, trachoma,&#8221; lanjut dosen FKM UI ini.</div>
<div></div>
<div>Sedangkan pencemar atau polutan dalam air ada emapat macam yakni mikrobiologi, kimia (organik dan inorganik), pestisida, radioaktif. Air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, dan bakteriologis.</div>
<div></div>
<div>Jarak 10 meter antara <em>septic tank</em> dan sumur telah menjadi pengetahuan umum dan populer di masyarakat. Alasannya, agar air sumur tidak terkontaminasi dengan air tangki <em>septic</em> oleh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Alasan itu tentu tidak salah. Hanya, dalam kenyataannya jarak 10 meter, terutama pada rumah-rumah padat penduduk atau perumahan tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS), jarak sejauh itu sangat sulit diperoleh. Bisa saja terjadi antara sumur dan tangki septic di suatu rumah berjarak 10 meter, tetapi dengan tangki septic tetangga sebelah jaraknya kurang dari 10 meter.</div>
<div></div>
<div>Munculnya kemestian jarak 10 meter sumur dan tangki septic bermula dari bakteri Coli patogen (bersifat <em>anaerob</em>) yang biasanya mempunyai usia harapan hidup selama tiga hari. Sedangkan kecepatan aliran air dalam tanah berkisar tiga meter per hari (rata-rata kecepatan aliran air dalam tanah di Pulau Jawa tiga meter/hari), sehingga jarak ideal antara tangki septic dengan sumur sejauh tiga meter per hari dikali tiga hari yang menghasilkan sembilan meter.</div>
<div></div>
<div>Namun, mengapa harus dibuat 10 meter? Dari hasil perhitungan, jarak tempuh bakteri selama tiga hari hanya sembilan meter. Adapun angka 10 meter setelah ditambah satu meter sebagai jarak pengaman.</div>
</div>
<div><strong>(krt/krt)</strong></div>
<div><strong>Sumber:</strong> http://www.today.co.id/read/2011/03/21/18704/jarak_septic_tank_ke_sumur_tentukan_kualitas_air_bersih</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biodottel.com/jarak-septic-tank-ke-sumur-tentukan-kualitas-air-bersih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Tanah Jakarta Tercemar Bakteri E-Coli</title>
		<link>http://biodottel.com/air-tanah-jakarta-tercemar-bakteri-e-coli/</link>
		<comments>http://biodottel.com/air-tanah-jakarta-tercemar-bakteri-e-coli/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 09:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biodottel.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[KRISIS lingkungan yang dialami Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Utamanya terkait pencemaran air tanah. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, hampir 90 persen air [..]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>KRISIS lingkungan yang dialami Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Utamanya terkait pencemaran air tanah. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, hampir 90 persen air tanah di ibu kota mengandung bakteri E Coli.</p>
<p>Hal tersebut dikarenakan baru tiga persen warga Jakarta yang dilayani Intalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), sedangkan 97 persen lainnya masih menggunakan septic tank yang mengakibatkan air tanah menjadi tercemar air limbah.</p>
<p>“Pencemaran air tanah di Jakarta sudah memprihatinkan. Untuk itu pengolahan air limbah merupakan hal yang sangat mendesak kami lakukan dalam waktu dekat ini, untuk menyelamatkan air tanah dan menciptakan lingkungan sehat di DKI Jakarta,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, kemarin (7/6).</p>
<p>Fauzi menjelaskan, pengelolaan air limbah baru terpusat di Setibabudi, Jakarta Selatan. Tiga kecamatan yang sudah terlayani, yakni Kecamatan Setiabudi, Kecamatan Tebet, dan Kecamatan Tanahabang. Untuk itu, pemprov terus memberikan perhatian khusus terhadap pengolahan air limbah di Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI dan Departemen Pekerjaan Umum akan membangun instalasi pengolahan air limbah terpadu (IPALT) di kawasan utara. Pemprov DKI dan pemerintah pusat akan membuat masterplan IPALT yang akan dirancang dalam periode 2010-2011.</p>
<p>Rencananya akan ada lima zona pengolahan air limbah terpadu yang akan melayani pembuangan limbah dari 700 ribu jiwa warga Jakarta. Salah satunya adalah zona sentral yang akan dibangun Pemprov DKI bekerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum.</p>
<p>Di zona sentral ini akan dibangun pipa penyalur air limbah berdiameter 1,8 meter di sepanjang kawasan Setiabudi dan jalan-jalan di Jakarta Pusat, menuju ke Gajah Mada-Hayam Wuruk lalu terpusat ke Pluit. Nilai proyeknya mencapai Rp 3,8 triliun yang berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 3,1 triliun dan dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp 700 miliar.</p>
<p>Sasaran utama IPALT ini adalah limbah domestik yang berasal dari rumah tangga, industri perkotaan, mal dan hotel yang dilalui oleh pipa pengolahan limbah nantinya. Dari limbah yang dialirkan melalui pipa yang ditanam, akan dialirkan ke dua opsi pusat instalasi yakni di Muara Angke dan di Pluit untuk diolah.<br />
“Selanjutnya, air hasil olahan yang sudah mencapai kadar baku mutu itu, baru bisa dibuang ke badan air seperti sungai dan waduk yang ada di sekitar pusat instalasi,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur PT PAL Jaya Lilian Sari Ludin menerangkan, saat ini sebanyak 1.400 rumah tangga dan 140 perusahaan menjadi pelanggan. Setiap tahun, pemasukan yang diperoleh mencapai Rp 24 miliar. “Ke depannya, pengelolaan air limbah akan dipusatkan di Pluit, dan penentuan tarif pengolahan air limbah yang akan dikenakan masyarakat tergantung dari luas lantai yang dimiliki,” tandasnya. (wok)</p></div>
<div><strong>Sumber :</strong> http://www.jpnn.com/read/2011/06/08/94358/Foke-Ingatkan-Air-Tanah-Jakarta-Tercemar-Bakteri-E-Coli-</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biodottel.com/air-tanah-jakarta-tercemar-bakteri-e-coli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BioDOTTEL untuk apa..?</title>
		<link>http://biodottel.com/biodottel-untuk-apa/</link>
		<comments>http://biodottel.com/biodottel-untuk-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 21:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat biodottel]]></category>
		<category><![CDATA[bio dottel]]></category>
		<category><![CDATA[biodottel]]></category>
		<category><![CDATA[cairan penghilang bau wc]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghilangkan bau kamar mandi]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan biodottel]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat biodottel]]></category>
		<category><![CDATA[menghilangkan bau toilet]]></category>
		<category><![CDATA[untuk apa bio dottel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biodottel.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Anda mau menguras WC anda..? tapi tidak ada mobil sedot, atau tidak mau sewa tukang sedot..? coba gunakan  BioDOTTEL. Inilah keuntungan menguras WC dengan BioDOTTEL diantaranya : Menguras [..]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biodottel.com/wp-content/uploads/2011/08/biodottel-brosur.jpg"><br />
</a>Anda mau menguras WC anda..? tapi tidak ada mobil sedot, atau tidak mau sewa tukang sedot..? coba gunakan  <a href="http://biodottel.com/biodottel-untuk-apa/ "><strong>BioDOTTEL</strong>.</a></p>
<p>Inilah keuntungan menguras WC dengan BioDOTTEL diantaranya :</p>
<ul>
<li>Menguras septic tank / WC mampet atau penuh tanpa disedot.</li>
</ul>
<ul>
<li>Menjaga kualitas air sumur dekat septic tank / WC.</li>
</ul>
<ul>
<li>Menghilangkan bau tak sedap.</li>
</ul>
<ul>
<li>Membunuh kuman penyebab disentri, cholera, dan typus karena bakteri dalam BioDOTTEL akan memakan bakteri patogen yang merugikan, sehingga rembesan septic tank tidak akan mencemari air tanah di sekelilingnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengubah kotoran menjadi air (H2O) yang meresap ke dalam tanah (tidak mencemari lingkungan) dan menjadi gas (CO2) yang tidak berbau.</li>
</ul>
<p><strong>Cara Penggunaan</strong></p>
<ol>
<li>Tuangkan 1 botol BioDOTTEL (ukuran 100 ml) ke dalam closet (septic tank: 2m3).</li>
</ol>
<ol>
<li>Siram dengan air secukupnya dan biarkan selama 4-5 jam (sebaiknya saat malam hari).</li>
</ol>
<ol>
<li>Untuk menghilangkan bau, campurkan 3 tutup BioDOTTEL dengan 1 liter air, semprotkan.</li>
</ol>
<p><a href="http://biodottel.com/"><strong>BioDOTTEL</strong></a> juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap pada kamar mandi, toilet, tempat pembuangan air, dan saluran air yang macet, dan pada kandang/kotoran hewan ternak. BioDOTTEL aman bagi manusia, hewan ternak, tumbuhan dan lingkungan karena terbuat dari bahan Herbal Hayati.</p>
<p>Kandungan Bakteri<br />
<strong>Lactobacillus, Saccharomyces, Acetobacter</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biodottel.com/biodottel-untuk-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
