Jakarta – Semakin padatnya Jakarta, membuat jarak antara bangunan rumah dengan rumah lain semakin sempit. Maka tak heran, potensi pencemaran bakteri Coli dalam air tanah semakin tinggi.
Bakteri Coli yang berada dalam feses manusia akan mencemari sumur yang dekat dengan septic tank. Bakteri Coli adalah penyebab terjadinya infeksi melalui air seperti diare, tifus, kolera dan hepatitis.
“Coli akan mencemari sumur yang dekat dengan toilet (septic tank). Pergerakan bakteri ini dari toilet ke sumur mencapai empat sampai 11 meter dengan lebar dua meter,” ujar Pakar Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr. Sumengen Sutomo, MPH dalam seminar pencemaran air di FKM UI, Depok, Senin (21/3/2011).
Tak hanya itu, Sumengen menegaskan, bisa terjadi polusi kimia dimana jaraknya lebih luas 95 meter dengan lebar sembilan meter. Menurutnya, air yang aman (safe), bebas, dan gratis tidak ada, karena air tanah sudah tercemar.
Sumengen menjelaskan, sumber pencemar air ada dua, yakni sumber tertutup (point source) seperti rumah tangga, industri, pemotongan hewan, dan sumber terbuka (non point source) seperti pertanian dan pertambangan.
“Hal itu akan berdampak pada kesehatan, penularan melalui air minum (water borne disease) tercemar feses manusia. Selain itu terjadi penularan melalui air kebersihan perorangan seperti infeksi kulit, mata, scabies, trachoma,” lanjut dosen FKM UI ini.
Sedangkan pencemar atau polutan dalam air ada emapat macam yakni mikrobiologi, kimia (organik dan inorganik), pestisida, radioaktif. Air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, dan bakteriologis.
Jarak 10 meter antara septic tank dan sumur telah menjadi pengetahuan umum dan populer di masyarakat. Alasannya, agar air sumur tidak terkontaminasi dengan air tangki septic oleh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Alasan itu tentu tidak salah. Hanya, dalam kenyataannya jarak 10 meter, terutama pada rumah-rumah padat penduduk atau perumahan tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS), jarak sejauh itu sangat sulit diperoleh. Bisa saja terjadi antara sumur dan tangki septic di suatu rumah berjarak 10 meter, tetapi dengan tangki septic tetangga sebelah jaraknya kurang dari 10 meter.
Munculnya kemestian jarak 10 meter sumur dan tangki septic bermula dari bakteri Coli patogen (bersifat anaerob) yang biasanya mempunyai usia harapan hidup selama tiga hari. Sedangkan kecepatan aliran air dalam tanah berkisar tiga meter per hari (rata-rata kecepatan aliran air dalam tanah di Pulau Jawa tiga meter/hari), sehingga jarak ideal antara tangki septic dengan sumur sejauh tiga meter per hari dikali tiga hari yang menghasilkan sembilan meter.
Namun, mengapa harus dibuat 10 meter? Dari hasil perhitungan, jarak tempuh bakteri selama tiga hari hanya sembilan meter. Adapun angka 10 meter setelah ditambah satu meter sebagai jarak pengaman.